Galih Gumelar - Inilah Amalan Doa Setelah Sholat Sunah Dhuha - Perlu diketahui pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang dibaca di shalat Dhuha. Baik di dalam shalat atau sesudahnya. Namun bagi siapa yang hendak berdoa setelah selesai shalat Dhuha, silahkan ia berdoa di dalam shalatnya atau sesudahnya dengan doa-doa yang berisi kebaikan dan tidak berisi sesuatu yang dilarang.

Adapun doa yang masyhur dibaca saat shalat Dhuha,

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizkiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, apabila kotor maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh.” Maka ini bukan doa yang bersumber dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

DR. ‘Abdullah Al Faqih di Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, no. 53488, menjelaskan statusnya, “do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, namun do’a ini tidak dikatakan sebagai hadits. Kami pun tidak menemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.”

Adapun di antara doa yang pernah dibaca Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam setelah shalat adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.”

Ddiriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selesai shalat Dhuha, beliau membaca,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.”

(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih)

Syaikh Zaid bin Musfir al-Bahri dalam Fatawanya menjelaskan tentang maksud Syaikh Al-Albani "Shahih al-Isnad", beliau tidak mengatakannya sebagai hadits shahih. Beliau hanya mengatakan “Shahihul Isnad” saja. Ini tidak mesti beliau menyahihkan hadits tersebut.

Menurut Syaikh Zaid al-Bahri, hadits ini tidak shahih dengan beberapa alasan yang beliau sampaikan.  Salah satunya terdapat terdapat dari jalur lain, ia dibaca setelah shalat dzuhur.

Posting Komentar

[DOA][hot][recent][5]

 
Top