Galih Gumelar - Inilah Sunnah Puasa untuk Meraih Pahala Selama Ramadhan. Berpuasa berarti menahan diri pada siang hari dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan niat ibadah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Saat bulan Ramadhan sebaiknya lakukan beberapa sunnah yang dapat mendatangkan pahala.

Di bulan Ramadhan doa seorang muslim yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh ini mustajab. Karena doa yang kita panjatkan selama kita berpuasa Insyaallah menjadi doa yang sangat mustajab:


"Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang-orang yang didzalimi. Doanya diangkat ke awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Tuhan azza wa jalla berfirman: demi kemuliaanku saya pasti menolong engkau setelah ini."
 (HR. Ahmad)

Inilah beberapa sunnah-sunnah puasa yang perlu kamu lakukan:

1. Makan Sahur
Meskipun sahur tidak wajib dilakukan, akan tetapi ada berkah dibaliknya jika kamu melaksanakannya. Sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah Saw:

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Makan sahurlah, karena sahur itu barakah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Makan sahur tetap disunnahkan walau tidak terlalu banyak, meskipun hanya segelas air putih saja. Rasulullah Saw bersabda:

Dari Abi Said al-Khudri RA. "Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur." (HR. Ahmad).

2. Mengakhirkan Sahur
Mengakhiri makan sahur hingga mendekati waktu subuh juga menjadi sunnah puasa. Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu', "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur". (HR. Ahmad).

Rasulullah Saw telah menegaskan bahwa makan sahur memiliki banyak hikmah, salah satunya adalah agar puasa kita di siang hari menjadi semakin tahan dan kuat sehingga fokus menjalankan ibadah yang lain.

Rasulullah Saw bersabda: "Mintalah bantuan dengan menyantap makan sahur agar kuat puasa di siang hari. Dan mintalah bantuan dengan tidur sejenak siang agar kuat sholat malam." (HR. Ibnu Majah).

3. Menyegerakan Berbuka Puasa
Disunnahkan dalam berbuka puasa untuk menta'jil atau menyegerakan berbuka sebelum sholat maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.

Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi Saw bersabda, "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa
Rasulullah Saw bersabda:

"Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang berpuasa, maka dia mendapat pahala seperti orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya." (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah).

5. Membaca Al Qur'an
Amalan sunnah puasa yang lainnya adalah perbanyak membaca Al Qur'an. Jibril alaihisalam mendatangi Rasulullah Saw pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al Qur'an. (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Memperbanyak Shadaqah
Memperbanyak shadaqah sangat disunnahkan saat kita berpuasa. Rasulullah Saw adalah orang yang paling bagus dalam melaksanakan kebajikan. Dan menjadi paling baik saat bulan Ramadhan ketika Jibril As mendatanginya:

Rasulullah Saw itu orang yang sangat murah dengan sumbangan. Namun saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril." (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Menjaga Tutur Kata dan Anggota Tubuh
Sunnah puasa adalah semua perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Saat puasa kita juga disunnahkan untuk meninggalkan semua perbuatan dan perkataan kotor yang akan membawa kepada kefasikan dan kejahatan.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya)." (HR. Bukhari, Abu Daud, At Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah).

8. Meninggalkan Nafsu dan Syahwat
Ada nafsu dan syahwat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar'i, tetapi disunnahkan untuk meninggalkannya.

Contoh lain seperti bercumbuh antara suami istri selama tidak keluar mani atau tidak melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tidak membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan untuk mendapatkan keutamaan puasa.

Posting Komentar

[DOA][hot][recent][5]

 
Top