Galih Gumelar - Galih Gumelar : Gunakan Syariat, Tarekat dan Hakikat Untuk Makrifatullah, Jangan Betengkar. - Menurut Galih Gumelar : "Gunakanlah Syariat, Tarekat dan Hakikat Untuk Makrifatullah, jangan pisahkan salah satunya jika ingin mengenal Allah lebih dalam (Makrifatullah)"


Menurut Galih Gumelar, Dengan syariat maka kita tidak akan keluar jauh dari Al-Quran dan Hadist, kita akan terus beribadah kepada Allah dengan 5 rukun Islam dan tidak meninggalkannya.

Dengan Tarekat, kita akan lebih merasakan kenikmatan syariat yang Rasulullah ajarkan, melalui sholat, dzikir, doa, sedekah, pokoknya habluminallah dan habluminanasnya makin nikmat dan lebih gemar beribadah dan beramal.


Lalu Galih Gumelar menambahkan, dengan hakekat, maka kita akan lebih mengamalkan rukun iman, lebih memahami dan bahkan akan lebih rendah diri, karena lebih tahu posisi diri sendiri yang ternyata hanya mahkluk ciptaan Allah yang ngak berhak sombong dan bangga diri, yang telah banyak di anugrahi kenikmatan luar biasa di dunia ini, diarahkan dengan syariat untuk selalu berada di jalan Allah, dan dibimbing untuk lebih merasakan kenimkatan beribadah dengan tarekat.

Banyak yang saling menghujat, bilang kalau syariat saja ngak cukup, kalau belajar syariat ngak sampe atau apaan tarekat itu ?, itu diluar hadist dan Al-Quran, sesat, bid'ah dan lain lain, Subhanallah, terkadang sangat sedih melihat saling menyalahkan dan saling merasa benar, sesama muslim jangan saling merendahkan, jangan saling menghina, Rasulullah tidak pernah menghina orang lain, jangankan sesama muslim kepada orang kafir pun Rasulullah tidak menghina atau menjauhkan hukman. Nah agar keduanya bisa adem dan menyatu, kenalilah hakekat diri kita ini siapa, kita ini hanya seorang hamba yang di arahkan oleh syariat untuk menuju jalan Allah agar bisa merasakan tarekat (kenikmatan dekat dengan Allah).

Terkadang suka malu hati ini jika membicarakan syariat, terekat, hakikat apalagi makrifat, karena alfaqir masih sangat jauh dari itu semua, masih butuh bimbingan, belajar dan ibadah untuk mencapai salah satunya, apalagi semuanya.

"Gunakanlah syariat sebisa dan semampu kita tanpa meninggalkan yang wajib seperti sholat 5 waktu, puasa diluar ramdahan sesuai kemampuan, zakat, sedekah dan pergi haji jika mampu, jauhi kesyirikan dan kemaksiatan, biasanya jika itu semua sudah, maka gunakanlah tarekat yang baik tanpa meningalkan syariat untuk lebih berusaha menekatkan diri kepada Allah, sehingga kita sadar siapa hakekat diri kita masing-masing."

"Sangat indah jika ketiga unsur itu digabungkan tanpa keluar dari Al-quran, dari tuntunan Rasulullah, dan alim ulama (pemimpinmu)"

Allah SWT sangat jelas menerangkan dalam Firmannya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا ﴿٥٩﴾


“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan RasulNya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa[4]: 59)


"jadi jangan berlomba saling menghujat dan menyalahkan apalagi merendahkan, lebih baik kita perbanyak beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia dan alam ini", tambahnya.

Wallahualam...semua kebenaran adalah milik Allah.


Posting Komentar

[DOA][hot][recent][5]

 
Top