GalihGumelar - Tahun baru Islam adalah pergantian tahun dalam Islam menggunakan perhitungan bulan. Tahun baru Islam dihitung sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah menuju Madinah sehingga penanggalan dalam Islam dinamakan Hijriah.

Berbeda dengan penanggalan nasional dan dunia pada umumnya menggunakan perhitungan Masehi dengan sistem matahari dan dimulai pada zaman Nabi Isa As.

Tahun baru Islam dalam tradisi Jawa disambut dengan awal bulan satu Suro. Dalam Jawa, malam 1 Suro identik dengan nuansa mistis yang dipercaya menjadi malam yang disukai mahkluk gaib.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tahun baru Islam adalah pergantian tahun umat muslim yang menggunakan metode penanggalan bulan (qomariyah) dan dimulai sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah ke Madinah.

Sejarah tahun baru Islam
Sejarah tahun baru Islam berawal dari kebimbangan umat Islam saat menentukan tahun. Hal ini tidak lepas dari fakta sejarah pada zaman sebelum Nabi Muhammad, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun dalam menandai apa saja, tetapi hanya menggunakan hari dan bulan sehingga membingungkan.

Sebagai contoh, pada waktu itu Nabi Muhammad lahir pada tahun Gajah. Hal ini menjadi bukti bahwa pada waktu itu kalangan umat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun sehingga membingungkan.

Berawal dari sini, pada sahabat berkumpul untuk menentukan kalender Islam, salah satu di antaranya yang hadir adalah Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah.

Mengenai sejarah kalender Islam, mereka ada yang mengusulkan kalender Islam berdasarkan hari kelahiran Nabi Muhammad, ada yang mengusulkan sejak Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul.


Namun, usul yang diterima adalah usulan dari Ali Bin Abi Thalib di mana beliau mengusulkan agar kalender hijriah Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah dan Madinah.

Dari usul Ali inilah sejarah kalender Islam pertama kali dibuat dan sejarah tahun baru Islam pada mulanya ada.

Muharram adalah bulan pertama yang ada di dalam penanggalan Hijriyah. Bulan ini adalah salah satu diantara 4 bulan Islam yang dimuliakan. Tahun baru Islam merupakan pergantian tahun di dalam kalender Islam berlandaskan pada perhitungan bulan. Tahun baru Islam dihitung sejak Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Maka dari itu juga lah penanggalan di dalam kalender Islam disebut sebagai Hijriyah.


Makna dari tahun baru Islam sendiri bahwa Nabi Muhammad yang hijrah dari Mekkah ke Madinah adalah sebuah peristiwa yang sangat penting, dimana Islam lahir menjadi agama yang berjaya. Lewat peristiwa hijarahnya Nabi Muhammad tersebut, agama Islam kemudian berkembang pesat di Madinan dan diteruskan sampai meluas ke berbagai daerah di sekitar Mekkah. Hijrah yang dilakukan oleh Nabi SAW tentu punya alasan.

Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dan juga hijrah tersebut sebagai bentuk tanggapan terhadap masyarakat Arab yang saat itu kurang berkenan dengan ajaran Islam. Hikayat hijrahnya Nabi Muhammad pun memberikan dampak berupa Islam mulai menunjukkan kekuatanya, serta negara Islam atau daulah islamiyah pun terbentuk. Daulah Islamiyah kala itu di zaman Nabi SAW sangatlah menghargai toleransi yang termaktum pada Piagam Madinah.

Dapat disimpulkan bahwa puncak kejayaan agama Islam menjadi sebuah agama yang rahmatan lil alamin atau agama yang rahmat untuk alam semesta membawa kebaikan, membawa kebenaran, mengajarkan cinta serta kasih sayang dan menjadi tanda lahirnya keadilan diawali dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai peletak dasar kalender Islam, Hijriyah.

Dari peristiwa hijrah, Islam berkembang pesat di Madinah yang pada akhirnya berkembang dan meluas hingga ke Mekah dan daerah-daerah sekitarnya. Nabi Muhammad sendiri berhijrah bukan tanpa alasan, tetapi mendapatkan wahyu sekaligus bentuk respon untuk menanggapi sikap masyarakat Arab yang kurang berkenan dengan ajaran Islam.

Dampak dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad ini, Islam mulai menunjukkan taringnya dan negara Islam (daulah Islamiyah) terbentuk. Daulah Islamiyah pada zaman Nabi sangat menjunjung tinggi toleransi yang termaktub dalam Piagam Madinah.

Tahun baru Islam Hijriah jatuh pada tanggal 1 Muharram dan umat muslim di Indonesia biasanya merayakan dengan berbagai agenda, seperti pawai obor atau semacam takir keliling, pengajian, hingga memaknai tahun baru Islam dengan agenda-agenda yang mengkolaborasikan budaya Jawa.

Akhirnya, saya hanya ingin mengatakan satu hal saja mengenai makna tahun baru Islam. Bahwa, puncak kejayaan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi segenap alam semesta) yang membawa kebenaran, kebaikan, mengajarkan cinta dan kasih sayang, dan simbol lahirnya keadilan dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah yang dijadikan sebagai peletak dasar kalender Islam Hijriah.

Oleh karena itu, mari kita merayakan dan memaknai tahun baru Islam dengan menyebarkan kebaikan, cinta, dan kasih sayang kepada segenap makhluk Allah di alam semesta.

Sehingga dengan datangnya tahun baru Islam yang juga sebentar lagi tahun baru 1438 H datang, maka sudah sepaturnya semua umat Islam pun menyambut dengan suka cita dibarengi juga dengan melakukan berbagai kegiatan yang positif dan membangun. Seperti contoh mengadakan pengajian.



Posting Komentar

[DOA][hot][recent][5]

 
Top